Laman

Minggu, 27 Februari 2011

Abu Bakar Ba’syir : Goris Mere Aktor Dibelakang Penangkapannya


Menjelang kedatangan Presiden Amerikak Serikat, Barack Obama ke Jakarta, Nopember 2010, sebelumnya di dahului dengan terjadi penangkapan Amir Jamaah Anshorrut Tauhid, Abu Bakar Ba’syir, di Ciamis, saat akan kembali ke Solo. Peristiwa penangkapan Abu Bakar Ba’asyir itu, menimbulkan kontroversi. Mengapa Abu Bakar Ba’syir di tangkap, dan kemudian dikaitkan dengan keterlibatannya dengan kasus di Aceh.

Kasus Abu Bakar Ba’asyir telah disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, dan memasuki tahap eksepsi. Ketika menyampaikan eksepsinya, Amir Jamaah Ansharrut Tauid, mengatakan, bahwa Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Gories Mere disebut Abu Bakar Ba’asyir sebagai aktor di belakang penangkapan dirinya. Ia bersama Densus 88 anti teror Polri berperan banyak hingga dirinya ditangkap.

Hal itu diucapkan oleh langsung Ba’asyir saat menyampaikan eksepsi sebagai terdakwa dalam kasus terorisme di PN Jaksel, Kamis (24/2/2011). “Densus 88 mempunyai pasukan khusus Satgas anti bom di bawah komando Gories Mere. Semua saksi-saksi sudah disiapkan dengan tekanan Densus 88. Dalam kasus Aceh ini orang-orang yang jadi saksi saya juga mengadapi siksaan,” kata Ba’asyir.

Sementara itu anak bungsu Abu Bakar Baasyir, Abdul Rohim Baasyir menyatakan bahwa Gories Mere campur tangan dalam penanganan kasus perampokan Bank CIMB Medan. “Saya kira permasalahan ini sudah terbukti ketika ia tertangkap basah di bandara Medan. Ketika itu ia (Goris Mere) bersama timnya sedikit bermasalah dengan aparat setempat. Itu membuktikan bahwa ia campur tangan dalam masalah ini,” katanya.

Rohim juga memperkuat dugaan keterlibatan Kepala BNN itu, berdasarkan pengakuan tersangka yang ditahan terkait perampokan itu. “Mereka mengaku kalau mereka disiksa oleh Goris Mere. Kalau tidak percaya silahkan tanya pada rekan-rekan yang sampai sekarang masih ditahan.”

Tetapi, sebaliknya pengacara Abu Bakar Baasyir, M. Assegaf tidak sependapat dengan Ba’asyir. Sebab, Gories Mere sudah tidak lagi menjabat sebagai Kepala Densus 88. “Itu ucapan Ba’asyir sendiri dan menunjukkan hal yang tidak masuk akal. Anda pernah tahu kan seorang Gories Mere pernah membawa Amrozi atau siapa itu Ali Imron ke Starbuck. Bahwa Gories Mere punya peranan kita tidak tahu.”

Sementara itu, Abu Bakar Ba’asyir mendapatkan ancaman hukuman mati atau seumur hidup atas tuduhan keterlibatannya dalam kasus latihan militer di Aceh. (eramuslim.com, 24/2/2011)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar