Aksi diwarnai oleh beberapa orator sepanjang jalan dari depan Kampus UMI menuju monument mandala dan tiga orator pada saat di monument mandala yaitu Rasid perwakilan dari UMI , Mustajab perwakilan dari UVRI dan terakhir perwakilan dari Universitas Hasanuddin (UNHAS) oleh Ardila.
      Orator pertama dalam bidang politik dengan tema “sampah demokrasi telah menghianati amanat rakyat”. Dalam kutipan orasinya menyatakan bahwa “pemerintah hanya mengeluarkan janji-janji manis saja setiap kali pemilihan umum tiba dan namun pada saat berkuasa, janji yang telah diungkapn tidak Nampak dipermukaan. Ternyata semua janji yang dilontarkan pada saat pemilu adalah bahong belaka. Itulah demokrasi yang hanya menjanjikan sebuah ilusi”. Dan sebelum menutup orasinya, orator menyatakan “Reformasi 1998 katanya yang merupakan awal perubahan sejatinya bukanlah perubahan hakiki, buktinya kerusakan yang ada itu masih tetap ada bahkan makin menjadi-jadi” dan diakhir dengan pernyataan “Untuk itu mari campakkan demokrasi, dan sempurnakan reformasi dengan Revolusi Islam”.
      Selanjutnya orator kedua dengan tema “kapitalisme adalah sumber kehancuran” menyatakan : “Kapitalisme adalah sistem yang mempunyai banyak kebohongan”.
      Dan orator yang terakhir dengan temah “sistem kapitalisme di ujung tanduk” dalam ortatornya menyatakan “kapitalisme mengalami koma yang sangat mendalam”.
      Aksi damai ini di akhiri dengan pembacaan ikrar suci Sumpa Mahasiswa yang dideklarasikan 18 Oktober 2009 yang lalu yang diikuti oleh Seluruh peserta aksi. Berikut isi Sumpah Mahasiswa
      Setelah kami melihat,mencermati, dan menganalisa fakta kerusakan yang ada serta merumuskan kondisi ideal, maka demi Allah Zat yang jiwa kami berada dalam genggaman-Nya kami mahasiswa Indonesia bersumpah:
     1.Dengan sepenuh jiwa kami yakin bahwa sistem sekuler baik berbentuk kapitalis demokrasi, maupun sosialis komunis adalah sumber penderitaan rakyat yang sangat membahayakan eksistensi Indonesia dan negeri-negeri muslim lainnya
     2.Dengan sepenuh jiwa kami yakin bahwa kedaulatan sepenuhnya harus dikembalikan kepada Allah Sang pencipta alam semesta, manusia,dan kehidupan untuk menentukan masa depan Indonesia dan negeri muslim lainnya
     3.Dengan sepenuh jiwa kami akan terus berjuang tanpa lelah untuk tegaknya syariah islam dalam naungan Negara Khilafah Islamiyah sebagai solusi tuntas problematika masyarakat Indonesia dan negeri-negeri muslim lainnya
     4.Dengan sepenuh jiwa kami menyatakan kepada semua pihak bahwa perjuangan yang kami lakukan adalah dengan seruan dan tantangan intelektual tanpa kekerasan
     5.Dengan sepenuh jiwa kami menyatakan bahwa perjuangan yang kami lakukan bukanlah sebatas tuntutan sejarah tetapi adalah konsekuensi iman yang mendalam kepada Allah swt.
Setelah itu aksi ditutup oleh MC dan para peserta aksi membubarkan diri dengan begitu tertibnya. (Natsir FIK UMI 2012)
Kamis, 18 Oktober 2012
Senin, 15 Oktober 2012
Wanita yang Berpakaian Tapi Telanjang, Sadarlah!
Inilah yang kami sedihkan pada kaum wanita saat ini. Zaman sudah semakin rusak. Perzinaan di mana-mana. Pornografi yang sudah semakin marak. Bahkan hal-hal porno semacam ini bukan hanya digandrungi oleh orang dewasa, namun juga anak-anak. Bahkan terakhir ini yang sudah membuat kami semakin geram, tidak sadar-sadarnya wanita dalam berpakaian. Saat ini sangat berbeda dengan beberapa tahun silam. Sekarang para wanita sudah banyak yang mulai membuka aurat. Bukan hanya kepala yang dibuka atau telapak kaki, yang di mana kedua bagian ini wajib ditutupi. Namun, sekarang ini sudah banyak yang berani membuka paha dengan memakai celana atau rok setinggi betis. Ya Allah, kepada Engkaulah kami mengadu, melihat kondisi zaman yang semakin rusak ini.
Kami tidak tahu beberapa tahun mendatang, mungkin kondisinya akan semakin parah dan lebih parah dari saat ini. Mungkin beberapa tahun lagi, berpakaian ala barat yang transparan dan sangat memamerkan aurat akan menjadi budaya kaum muslimin. Semoga Allah melindungi keluarga kita dan generasi kaum muslimin dari musibah ini.
Tanda Benarnya Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
صِ فَُِا يِ أَهِمِ ان اَُّسِ نَىِ أَسَهُ اًَ قَىِوْ يَعَهُىِ سِيَاطٌ كَأَرْ اََبِ انْثَقَشِ يَضِشِتُى تِهَا ان اَُّسَ وَ سََِاءٌ كَاسِيَاخْ عَاسِيَاخْ يُ يًِلاَخْ
يَائِلاَخْ سُءُوسُهُ كَأَسِ حًَُِِ انْثُخِدِ انْ اًَئِهَحِ لاَ يَذِخُهْ انْجَ حََُّ وَلاَ يَجِذِ سِيحَهَا وَإِ سِيحَهَا نَيُىجَذُ يِ يَسِيرَجِ كَزَا وَكَزَا
“Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: [1] Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan [2] para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim no. 2128)
http://ru maysho.com Muhammad Abduh Tuasikal
Page2
Hadits ini merupakan tanda mukjizat kenabian. Kedua golongan ini sudah ada di zaman kita saat ini. Hadits ini sangat mencela dua golongan semacam ini. Kerusakan seperti ini tidak muncul di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam karena sucinya zaman beliau, namun kerusakan ini baru terjadi setelah masa beliau hidup (Lihat Syarh Muslim, 9/240 dan Faidul Qodir, 4/275). Wahai Rabbku. Dan zaman ini lebih nyata lagi terjadi dan kerusakannya lebih parah.
Saudariku, pahamilah makna ‘kasiyatun ‘ariyatun’
An Nawawi dalam Syarh Muslim ketika menjelaskan hadits di atas mengatakan bahwa ada beberapa makna kasiyatun ‘ariyatun.
Makna pertama: wanita yang mendapat nikmat Allah, namun enggan bersyukur kepada-Nya.
Makna kedua: wanita yang mengenakan pakaian, namun kosong dari amalan kebaikan dan tidak mau mengutamakan akhiratnya serta enggan melakukan ketaatan kepada Allah.
Makna ketiga: wanita yang menyingkap sebagian anggota tubuhnya, sengaja menampakkan keindahan tubuhnya. Inilah yang dimaksud wanita yang berpakaian tetapi telanjang.
Makna keempat: wanita yang memakai pakaian tipis sehingga nampak bagian dalam tubuhnya. Wanita tersebut berpakaian, namun sebenarnya telanjang. (Lihat Syarh Muslim, 9/240)
Pengertian yang disampaikan An Nawawi di atas, ada yang bermakna konkrit dan ada yang bermakna maknawi (abstrak). Begitu pula dijelaskan oleh ulama lainnya sebagai berikut.
Ibnu ‘Abdil Barr rahimahullah mengatakan, “Makna kasiyatun ‘ariyatun adalah para wanita yang memakai pakaian yang tipis yang menggambarkan bentuk tubuhnya, pakaian tersebut belum menutupi (anggota tubuh yang wajib ditutupi dengan sempurna). Mereka memang berpakaian, namun pada hakikatnya mereka telanjang.” (Jilbab Al Mar’ah Muslimah, 125-126)
Al Munawi dalam Faidul Qodir mengatakan mengenai makna kasiyatun ‘ariyatun, “Senyatanya memang wanita tersebut berpakaian, namun sebenarnya dia telanjang. Karena wanita tersebut mengenakan pakaian yang tipis sehingga dapat menampakkan kulitnya. Makna lainnya adalah dia menampakkan perhiasannya, namun tidak mau mengenakan pakaian takwa. Makna lainnya adalah dia mendapatkan nikmat, namun enggan untuk bersyukur pada Allah. Makna lainnya lagi adalah dia berpakaian, namun kosong dari amalan kebaikan. Makna lainnya lagi adalah dia menutup sebagian badannya, namun dia membuka sebagian anggota tubuhnya (yang wajib ditutupi) untuk menampakkan keindahan dirinya.” (Faidul Qodir, 4/275)
Hal yang sama juga dikatakan oleh Ibnul Jauziy. Beliau mengatakan bahwa makna kasiyatun ‘ariyatun ada tiga makna.
Pertama: wanita yang memakai pakaian tipis, sehingga nampak bagian dalam tubuhnya. Wanita seperti ini memang memakai jilbab, namun sebenarnya dia telanjang.
http://ru maysho.com Muhammad Abduh Tuasikal
Page3
Kedua: wanita yang membuka sebagian anggota tubuhnya (yang wajib ditutup). Wanita ini sebenarnya telanjang.
Ketiga: wanita yang mendapatkan nikmat Allah, namun kosong dari syukur kepada-Nya. (Kasyful Musykil min Haditsi Ash Shohihain, 1/1031)
Kesimpulannya adalah kasiyatun ‘ariyat dapat kita maknakan: wanita yang memakai pakaian tipis sehingga nampak bagian dalam tubuhnya dan wanita yang membuka sebagian aurat yang wajib dia tutup.
Tidakkah Engkau Takut dengan Ancaman Ini
Lihatlah ancaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Memakaian pakaian tetapi sebenarnya telanjang, dikatakan oleh beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, “wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.”
Perhatikanlah saudariku, ancaman ini bukanlah ancaman biasa. Perkara ini bukan perkara sepele. Dosanya bukan hanya dosa kecil. Lihatlah ancaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas. Wanita seperti ini dikatakan tidak akan masuk surga dan bau surga saja tidak akan dicium. Tidakkah kita takut dengan ancaman seperti ini?
An Nawawi rahimahullah menjelaskan maksud sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: ‘wanita tersebut tidak akan masuk surga’. Inti dari penjelasan beliau rahimahullah:
Jika wanita tersebut menghalalkan perbuatan ini yang sebenarnya haram dan dia pun sudah mengetahui keharaman hal ini, namun masih menganggap halal untuk membuka anggota tubuhnya yang wajib ditutup (atau menghalalkan memakai pakaian yang tipis), maka wanita seperti ini kafir, kekal dalam neraka dan dia tidak akan masuk surga selamanya.
Dapat kita maknakan juga bahwa wanita seperti ini tidak akan masuk surga untuk pertama kalinya. Jika memang dia ahlu tauhid, dia nantinya juga akan masuk surga. Wallahu Ta’ala a’lam. (Lihat Syarh Muslim, 9/240)
Jika ancaman ini telah jelas, lalu kenapa sebagian wanita masih membuka auratnya di khalayak ramai dengan memakai rok hanya setinggi betis? Kenapa mereka begitu senangnya memamerkan paha di depan orang lain? Kenapa mereka masih senang memperlihatkan rambut yang wajib ditutupi? Kenapa mereka masih menampakkan telapak kaki yang juga harus ditutupi? Kenapa pula masih memperlihatkan leher?!
Sadarlah, wahai saudariku! Bangkitlah dari kemalasanmu! Taatilah Allah dan Rasul-Nya!
Wahyu Dari Langit Memerintahkan Menutup Seluruh Tubuh Kecuali Wajah dan Telapak Tangan
Allah Ta’ala berfirman,
http://ru maysho.com Muhammad Abduh Tuasikal
Page4
يَا أَيُّهَا ان ثَُِّيُّ قُمْ نِأَصِوَاجِكَ وَتَ اَُذِكَ وَ سََِاءِ انْ ؤًُِيِ يُِنَ يُذِ يَِنَ عَهَيِهِ يِ جَهَاتِيثِهِ رَنِكَ أَدِ أَ يُعِشَفْ فَهَا يُؤِرَيِ وَكَا انهَّهُ غَفُىسّا سَحِي اًّ
“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu'min: "Hendaklah mereka mendekatkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al Ahzab [33] : 59).
Jilbab bukanlah penutup wajah, namun jilbab adalah kain yang dipakai oleh wanita setelah memakai khimar. Sedangkan khimar adalah penutup kepala.
Allah Ta’ala juga berfirman,
وَقُمْ نِهْ ؤًُِيِ اَُخِ يَغِضُضِ يِ أَتِصَاسِهِ وَيَحِفَظْ فُشُوجَهُ وَنَا يُثِذِي صِي رََُهُ إِنَّا يَا ظَهَشَ يِ هَُِا
“Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” (QS. An Nuur [24] : 31).
Berdasarkan tafsiran Ibnu Abbas, Ibnu Umar, Atho’ bin Abi Robbah, dan Mahkul Ad Dimasqiy bahwa yang boleh ditampakkan adalah wajah dan kedua telapak tangan.
Dari tafsiran yang shohih ini terlihat bahwa wajah bukanlah aurat. Jadi, hukum menutup wajah adalah mustahab (dianjurkan). (Lihat Jilbab Al Mar’ah Al Muslimah, Amru Abdul Mun’im, hal. 14)
Syarat Pakaian Wanita yang Harus Diperhatikan
Pakaian wanita yang benar dan sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya memiliki syarat-syarat. Jadi belum tentu setiap pakaian yang dikatakan sebagai pakaian muslimah atau dijual di toko muslimah dapat kita sebut sebagai pakaian yang syar’i. Semua pakaian tadi harus kita kembalikan pada syarat-syarat pakaian muslimah.
Para ulama telah menyebutkan syarat-syarat ini dan ini semua tidak menunjukkan bahwa pakaian yang memenuhi syarat seperti ini adalah pakaian golongan atau aliran tertentu. Tidak sama sekali. Semua syarat pakaian wanita ini adalah syarat yang berasal dari Al Qur’an dan hadits yang shohih, bukan pemahaman golongan atau aliran tertentu. Kami mohon jangan disalah pahami.
Ulama yang merinci syarat ini dan sangat bagus penjelasannya adalah Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullah –ulama pakar hadits abad ini-. Lalu ada ulama yang melengkapi syarat yang beliau sampaikan yaitu Syaikh Amru Abdul Mun’im hafizhohullah. Ingat sekali lagi, syarat yang para ulama sebutkan bukan mereka karang-karang sendiri. Namun semua yang mereka sampaikan berdasarkan Al Qur’an dan hadits yang shohih.
Syarat pertama: pakaian wanita harus menutupi seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Ingat, selain kedua anggota tubuh ini wajib ditutupi termasuk juga telapak kaki.
http://ru maysho.com Muhammad Abduh Tuasikal
Page5
Syarat kedua: bukan pakaian untuk berhias seperti yang banyak dihiasi dengan gambar bunga apalagi yang warna-warni, atau disertai gambar makhluk bernyawa, apalagi gambarnya lambang partai politik! Yang terkahir ini bahkan bisa menimbulkan perpecahan di antara kaum muslimin.
Allah Ta’ala berfirman,
وَقَشِ فِي تُيُىذِكُ وَنَا ذَثَشَّجِ ذَثَشُّجَ انْجَاهِهِيَّحِ انْأُونًَ
“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu ber-tabarruj seperti orang-orang jahiliyyah pertama.” (QS. Al Ahzab : 33).
Tabarruj adalah perilaku wanita yang menampakkan perhiasan dan kecantikannya serta segala sesuatu yang mestinya ditutup karena hal itu dapat menggoda kaum lelaki.
Ingatlah, bahwa maksud perintah untuk mengenakan jilbab adalah perintah untuk menutupi perhiasan wanita. Dengan demikian, tidak masuk akal bila jilbab yang berfungsi untuk menutup perhiasan wanita malah menjadi pakaian untuk berhias sebagaimana yang sering kita temukan.
Syarat ketiga: pakaian tersebut tidak tipis dan tidak tembus pandang yang dapat menampakkan bentuk lekuk tubuh. Pakaian muslimah juga harus longgar dan tidak ketat sehingga tidak menggambarkan bentuk lekuk tubuh.
Dalam sebuah hadits shohih, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat, yaitu : Suatu kaum yang memiliki cambuk, seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan para wanita berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring, wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan ini dan ini.” (HR.Muslim)
Ibnu ‘Abdil Barr rahimahullah mengatakan, “Makna kasiyatun ‘ariyatun adalah para wanita yang memakai pakaian yang tipis sehingga dapat menggambarkan bentuk tubuhnya, pakaian tersebut belum menutupi (anggota tubuh yang wajib ditutupi dengan sempurna). Mereka memang berpakaian, namun pada hakikatnya mereka telanjang.” (Jilbab Al Mar’ah Al Muslimah, 125-126)
Cermatilah, dari sini kita bisa menilai apakah jilbab gaul yang tipis dan ketat yang banyak dikenakan para mahasiswi maupun ibu-ibu di sekitar kita dan bahkan para artis itu sesuai syari’at atau tidak.
Syarat keempat: tidak diberi wewangian atau parfum.
Dari Abu Musa Al Asy’ary bahwanya ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَيُّ اًَ ايِشَأَجٍ اسِرَعِطَشَخِ فَ شًََّخِ عَهَ قَىِوٍ نِيَجِذُوا يِ سِيحِهَا فَهِيَ صَا يََِحٌ
“Perempuan mana saja yang memakai wewangian, lalu melewati kaum pria agar mereka mendapatkan baunya, maka ia adalah wanita pezina.” (HR. An Nasa’i, Abu Daud, Tirmidzi dan Ahmad. Syaikh Al Albani dalam Shohihul Jami’ no. 323 mengatakan bahwa hadits ini shohih). Lihatlah ancaman yang keras ini!
http://ru maysho.com Muhammad Abduh Tuasikal
Page6
Syarat kelima: tidak boleh menyerupai pakaian pria atau pakaian non muslim.
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata,
نَعَ ان ثَُِّ - صه الله عهيه وسهى - انْ خًَُ ثَُِّينَ يِ انشِّجَالِ ، وَانْ رًَُشَجِّلاَخِ يِ ان سَُِّاءِ
“Rasulullah melaknat kaum pria yang menyerupai kaum wanita dan kaum wanita yang menyerupai kaum pria.” (HR. Bukhari no. 6834)
Sungguh meremukkan hati kita, bagaimana kaum wanita masa kini berbondong-bondong merampas sekian banyak jenis pakaian pria. Hampir tidak ada jenis pakaian pria satu pun kecuali wanita bebas-bebas saja memakainya, sehingga terkadang seseorang tak mampu membedakan lagi, mana yang pria dan wanita dikarenakan mengenakan celana panjang.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
يَ ذَشَثَّهَ تِقَىِوٍ فَهُىَ يِ هُُِىِ
”Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka” (HR. Ahmad dan Abu Dawud. Syaikhul Islam dalam Iqtidho’ mengatakan bahwa sanad hadits ini jayid/bagus)
Betapa sedih hati ini melihat kaum hawa sekarang ini begitu antusias menggandrungi mode-mode busana barat baik melalui majalah, televisi, dan foto-foto tata rias para artis dan bintang film. Laa haula walaa quwwata illa billah.
Syarat keenam: bukan pakaian untuk mencari ketenaran atau popularitas (baca: pakaian syuhroh).
Dari Abdullah bin ‘Umar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
يَ نَثِسَ ثَىِبَ شُهِشَجٍ فِ انذُّ يََِا أَنْثَسَهُ انهَّهُ ثَىِبَ يَزَنَّحٍ يَىِوَ انْقِيَايَحِ ثُىَّ أَنْهَةَ فِيهِ اََسّا
“Barangsiapa mengenakan pakaian syuhroh di dunia, niscaya Allah akan mengenakan pakaian kehinaan padanya pada hari kiamat, kemudian membakarnya dengan api neraka.” (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah. Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini hasan)
Pakaian syuhroh di sini bisa bentuknya adalah pakaian yang paling mewah atau pakaian yang paling kere atau kumuh sehingga terlihat sebagai orang yang zuhud. Kadang pula maksud pakaian syuhroh adalah pakaian yang berbeda dengan pakaian yang biasa dipakai di negeri tersebut dan tidak digunakan di zaman itu. Semua pakaian syuhroh seperti ini terlarang.
Syarat ketujuh: pakaian tersebut terbebas dari salib.
Dari Diqroh Ummu Abdirrahman bin Udzainah, dia berkata,
http://ru maysho.com Muhammad Abduh Tuasikal
Page7
كُ اَُّ طََُىفُ تِانْثَيِدِ يَعَ أُوِّ انْ ؤًُِيِ يُِنَ فَشَأَخِ عَهَ ايِشَأَجٍ تُشِداً فِيهِ ذَصِهِيةْ فَقَانَدِ أُوُّ انْ ؤًُِيِ يُِنَ اطْشَحِيهِ اطْشَحِيهِ فَئِ سَسُىلَ
انهَّهِ -صه الله عهيه وسهى- كَا إِرَا سَأَي حََِىَ هَزَا قَضَثَهُ
“Dulu kami pernah berthowaf di Ka’bah bersama Ummul Mukminin (Aisyah), lalu beliau melihat wanita yang mengenakan burdah yang terdapat salib. Ummul Mukminin lantas mengatakan, “Lepaskanlah salib tersebut. Lepaskanlah salib tersebut. Sungguh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melihat semacam itu, beliau menghilangkannya.” (HR. Ahmad. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan)
Ibnu Muflih dalam Al Adabusy Syar’iyyah mengatakan, “Salib di pakaian dan lainnya adalah sesuatu yang terlarang. Ibnu Hamdan memaksudkan bahwa hukumnya haram.”
Syarat kedelapan: pakaian tersebut tidak terdapat gambar makhluk bernyawa (manusia dan hewan).
Gambar makhluk juga termasuk perhiasan. Jadi, hal ini sudah termasuk dalam larangan bertabaruj sebagaimana yang disebutkan dalam syarat kedua di atas. Ada pula dalil lain yang mendukung hal ini.
Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memasuki rumahku, lalu di sana ada kain yang tertutup gambar (makhluk bernyawa yang memiliki ruh, pen). Tatkala Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melihatnya, beliau langsung merubah warnanya dan menyobeknya. Setelah itu beliau bersabda,
إِ أَشَذَّ ان اَُّسِ عَزَاتّا يَىِوَ انقِيَايَحِ انزِّيِ يُشَثِّهُىِ بخَهْقِ اللهِ
”Sesungguhnya manusia yang paling keras siksaannya pada hari kiamat adalah yang menyerupakan ciptaan Allah.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dan ini adalah lafazhnya. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim, An Nasa’i dan Ahmad)
Syarat kesembilan: pakaian tersebut berasal dari bahan yang suci dan halal.
Syarat kesepuluh: pakaian tersebut bukan pakaian kesombongan.
Syarat kesebelas: pakaian tersebut bukan pakaian pemborosan .
Syarat keduabelas: bukan pakaian yang mencocoki pakaian ahlu bid’ah. Seperti mengharuskan memakai pakaian hitam ketika mendapat musibah sebagaimana yang dilakukan oleh Syi’ah Rofidhoh pada wanita mereka ketika berada di bulan Muharram. Syaikh Ibnu Utsaimin mengatakan bahwa pengharusan seperti ini adalah syi’ar batil yang tidak ada landasannya.
Inilah penjelasan ringkas mengenai syarat-syarat jilbab. Jika pembaca ingin melihat penjelasan selengkapnya, silakan lihat kitab Jilbab Al Mar’ah Al Muslimah yang ditulis oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani. Kitab ini sudah diterjemahkan dengan judul ‘Jilbab Wanita Muslimah’. Juga bisa dilengkapi lagi dengan kitab Jilbab Al Mar’ah Al Muslimah yang ditulis oleh Syaikh Amru Abdul Mun’im yang melengkapi pembahasan Syaikh Al Albani.
http://ru maysho.com Muhammad Abduh Tuasikal
Page8
Jika Allah memberikan waktu longgar, kami akan melengkapi pembahasan syarat-syarat pakaian wanita pada posting tersendiri. Semoga Allah memudahkan urusan ini.
Terakhir, kami nasehatkan kepada kaum pria untuk memperingatkan istri, anggota keluarga atau saudaranya mengeanai masalah pakaian ini. Sungguh kita selaku kaum pria sering lalai dari hal ini. Semoga ayat ini dapat menjadi nasehatkan bagi kita semua.
يَا أَيُّهَا انَّزِي آَيَ ىُُا قُىا أَ فَُِسَكُىِ وَأَهِهِيكُىِ اََسّا وَقُىدُهَا ان اَُّسُ وَانْحِجَاسَجُ عَهَيِهَا يَهَائِكَحٌ غِهَاظٌ شِذَادْ نَا يَعِصُى انهَّهَ يَا
أَيَشَهُىِ وَيَفْعَهُى يَا يُؤِيَشُوٌَ
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At Tahrim: 6)
Semoga Allah memberi taufik kepada kita semua dalam mematuhi setiap perintah-Nya dan menjauhi setiap larangan-Nya.
Alhamdullillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihat.
Pemuda Muslim Pendobrak Peradaban.
     Disetiap waktu, eksistensi pemuda mempunyai peran penting dalam mengiringi perputaran zaman. Kemarin, kini dan nanti selalu menjadikan pemuda berada digarda terdepan dalam melakukan perubahan. Untuk melakukan revolusi, pemuda adalah jiwa yang paling revolusioner untuk melakukannya. Dengan jiwa dan semangat muda yang ada menjadikan pemuda mempunyai peran strategis sebagai penerus estafet untuk mengganti dan menjalankan peran generasi sebelumnya. Cerminan generasi muda saat ini adalah gambaran masa depan generasi mendatang.
Secara fisiologi, pada masa muda manusia mencapai puncak kecemerlanan berpikir dan kekuatan fisik sehingga menjadikan pemuda lebih energik dan kuat dalam melalukan aktifitas dibandingkan generasi sebelumnya. Seiring dengan puncak kematangan fisiologi, semangat muda juga tumbuh menggebu, menumbuhkan semangat perubahan dan pergerakan. Dengan potensi besar ini, akan terlahir pemuda bervisi revolusioner untuk mendobrak peradaban kelam.
     Pemuda memegang peranan penting dalam tatanan kehidupan manusia, baik peran sebagai anggota masyarakat secara umum maupun peran sebagai umat muslim secara khusus. Sebuah statistik yang disajikan oleh Forum Pew Research Centre on Religion & Public Life pada tahun 2010 mengatakan bahwa, pemuda Muslim membentuk sekitar 60% dari total penduduk mayoritas Muslim negara dan sekitar 29,1% kaum muda dunia dan populasi orang dewasa muda. Ditengah terpuruknya dunia muslim saat ini diberbagai belahan bumi akibat buah dari Ideologi Kufur buatan manusia (Sekuler-Kapitalisme) yang telah membantai kaum muslimin mulai dari Rohingya, Pattani, hingga Gaza Palestina, yang dapat dilakukan untuk membebaskan saudara-saudara seakidah adalah dengan jihad dan dakwah. Jihad dapat dilakukan ketika ada perintah dari khalifah, dalam suatu institusi Daulah Khilafah. Namun, saat ini jihad terhalang oleh sekat-sekat teritorial negara . Maka, yang dapat dilakukan sekarang adalah berdakwah. Potensi pemuda muslim yang tidak sedikit ini yang akan mendakwahkan Islam. Bedakwah melalui lisan maupun tulisan, melakukan revolusi pemikiran Islam sehingga menjadikan Islam sebagai Ideologi dalam kehidupan. Menjadi mesin penggerak dan nahkoda ummat untuk mengantarkan ketentraman kehidupan dunia dan akhirat.
     Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam- bersabda dalam hadits Abdullah bin Mas’ud -radhiallahu ‘anhu-, “Tidak akan beranjak kaki anak Adam pada Hari Kiamat dari sisi Rabbnya sampai dia ditanya tentang 5 (perkara) : Tentang umurnya dimana dia habiskan, tentang masa mudanya dimana dia usangkan, tentang hartanya dari mana dia mendapatkannya dan kemana dia keluarkan dan tentang apa yang telah dia amalkan dari ilmunya”.(HR.At-Tirmizi). Hadits ini jelas menunjukkan bahwa masa muda merupakah salah satu nikmat terbesar yang akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah. Dan sekaligus menunjukkan bahwa Islam sangat memperhatikan usia muda dan para pemuda.
     Kini bukan saatnya lagi bagi pemuda muslim untuk terus berdiam diri terhadap dicampakannya hukum-hukum Allah SWT, sehingga kemaksiatan menguasai kehidupan serta banyaknya kerusakan dilautan dan di daratan akibat semakin jauhnya manusia dari Sang Penguasa Kehidupan. Masa muda sangat singkat dan tidak akan pernah terulang kembali sehingga jangan sampai terlalaikan oleh nikmat masa muda yang penuh godaan nikmat fana dunia. Mengisi masa muda dengan ketaatan. Memberikan semua nikmat masa muda dengan tenaga, semangat dan iman dalam dakwah dan Islam adalah kontribusi terbaik petarung muda muslim untuk peradaban. Tidak diragukan lagi, urgensi dan aktualisasi peran pemuda dalam setiap peradaban telah tertulis dengan tinta emas. Tetap hidup dan berbicara dipanggung sejarah, tak mati dimakan rayap waktu. Pemuda Muslim harus bangkit dan bergerak, membangun peradaban yang tenggelam, untuk tegakknya hukum-hukum Allah di muka bumi ini dengan adanya negara Adidaya, khilafah Islamiyah.
Nurjana Syamsuddin
Dipindahkan Paksa, Ustadz Ba'asyir tak Diberi Makan & Dilarang Shalat
Tim JAT Media Center (JMC) yang dipimpin ustadz Son Hadi beserta keluarga ustadz Abu Bakar Ba’asyir diantaranya; ibu Aisyah Baraja, ustadz Rosyid Ridho Ba’asyir dan ustadz Abdul Rohim Ba’asyir, membesuk ustadz Abu Bakar Ba’asyir di LP Batu Nusakambangan, Senin (8/9/2012).
Kunjungan pertama semenjak ustadz Abu Bakar Ba’asyir dipindah paksa dari Mabes Polri itu mengungkap sejumlah fakta kezaliman Densus 88 atas ulama sepuh tersebut.
Saat ditemui, ustadz Ba’asyir menceritakan kronologis dirinya dipindah mendadak secara paksa oleh aparat.
Ia menuturkan, pada Jum’at (5/10/2012) malam saat dirinya sedang tidur lalu dibangunkan petugas. “Saya dibangunkan, katanya ada jaksa, terus saya bangun nemui jaksa, jadi diberitahu jam 9 malam, jam 10.45 WIB malam berangkat,” kata amir Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) itu di hadapan rombong pembesuk.
Saat itu ustadz Abu Bakar Ba’asyir marah lantaran kepindahannya itu begitu mendadak tanpa pemberitahuan sebelumnya, sehingga ia tak mempersiapkan diri dan tak sempat mengemasi barang-barangnya. “memindahkan orang kok seenaknya,” ujarnya kesal.
Berangkat dari Rutan Bareskrim Mabes Polri, ustadz Ba’asyir lalu dibawa ke Mako Brimob, Kelapa Dua Depok.
“Terus dibawa ke Mako Brimob Kelapa Dua Depok. Mau naik pesawat tapi katanya pesawatnya rusak. Akhirnya naik mobil saja, dari Mako Brimob Depok jam 12.00 WIB malam, sampai sini (Cilacap, red.) jam 09.00 WIB pagi lalu masuk ke LP Batu Nusakambangan jam 13.00 WIB siang,” jelasnya.
Betapa kejamnya Densus 88, ustadz Ba’asyir yang sudah lanjut usia itu benar-benar dipindahkan melalui jalan darat dengan menempuh waktu lebih dari 18 jam tanpa diberi makan, kecuali sepotong roti. “Makan tidak ada, hanya dikasih roti saja sama minuman,” ucapnya.
Bahkan, lebih zalim lagi, dalam perjalanan nonstop tanpa istirahat itu, ustadz Abu Bakar Ba’asyir dilarang shalat oleh Densus 88.
“Tidak ada istirahat, paling hanya buang air kecil saja. Malah shalat shubuh saja tidak diizinkan, terus saya marah-marah di mobil. Jadi mobil itu tidak berhenti, saya sudah bilang; “ini sudah shubuh, mampir dulu ke masjid!” dia bilang; tidak pak. Lalu saya marah-marah; kurang ajar! Ini negara kafir, kalian juga kafir! Ini shalat, lebih dari nyawa! Lalu diam saja polisinya. Saya akhirnya shalat di dalam mobil, habis bagaimana lagi?” ungkapnya.
kemarahan ustadz Abu Bakar Ba’asyir memuncak diperlakukan dengan zalim, tak manusiawi dan melanggar kebebasan beribadah, ia pun bermaksud menemui komandan Densus 88 yang mengantarnya. “Mana komandanmu? saya mau ketemu!” tanyanya dengan nada marah.
Namun Densus 88 mengabaikannya dan ustadz Abu Bakar Ba’asyir langsung diantar memasuki sel di LP Batu Nusakambangan. [voa-islam/www.al-khilafah.org] Readmore.....
Sabtu, 13 Oktober 2012
Aku dan Dia Berbeda
     Aku ingat dengan salah satu temanku saat berjalan berbarengan menuju ke mesjid. Tiba-tiba saja di tengah jalan, kami disapa oleh seseorang yang mengenakan pakaian baju kurung (jilbab) sama seperti apa yang ku kenakan. Dengan spontan temanku yang imut ini, menoleh ke aku kemudian memberikan penilaian bahwa seseorang itu adalah salah satu produk organisasi yang kebetulan juga aku geluti. Singkatnya, organisasi      Itu mengharuskan setiap anggotanya berseragam baju kurung.
Apakah benar seperti itu? Aku sendiri memiliki penilaian berbeda tentang seseorang itu. Dengan modal informasi yang aku dapat sebelumnya dari orang-orang yang paham tentang baju kurung, aku bisa mengatakan pada temanku bahwa tidak ada organisasi yang mengharuskan baju kurung sebagai salah satu syarat menjadi anggota tetapi itu murni apabila kita mau kembali melihat dengan teliti petunjuk-petunjuk dalam al-quran, ternyata diharuskan memang untuk mengenakan baju kurung (jilbab) bagi seorang muslimah sebagaimana telah dijelaskan dalam Al-Qur’an surah Al-Ahzab: 59.
Nach sudah jelas kan? Jadi, silahkan buka Al-Qur’annya masing-masing soalnya entar kalau aku yang jelaskan panjang lebar bisa-bisa tulisanku tidak muat untuk bucil seperti i-max ini.
     Cerita pendek tadi adalah mengenai pengalaman aku dengan salah satu temanku tentang jilbab. Selanjutnya, kita melihat ke masyarakat umum yukk!!!!
     Pada umumnya mereka menganggap orang-orang yang mengenakan baju kurung dianggap tidak cantik, jadul, emak-emak, terlalu melebih-lebihkan pakaian islami. Tidak jadi masalah sich bagi yang sudah menikah tapi bagaimana dengan yang belum menikah pastinya tidak rela juga kan dikatakan seperti itu, umumnya kan mereka pada cantik-cantik, cerdas, shalehah, mendekati kesempurnaan lah, upzz... pujian nich. Tapi kenyataannya memang perempuan cantik yang digambarkan dalam Islam adalah perempuan yang menutup aurat, menjaga perhiasannya baik-baik.
     Bukannya perempuan cantik yang digambarkan oleh orang barat, dimana katanya perempuan cantik itu yang memiliki warna kulit yang putih, tinggi, ramping, hidung mancung, betis yang mulus hingga ke paha, rambut hitam berkilau dan semuanya itu dibuka untuk umum untuk ditonton gratis. Pantas saja dosen aku katakan ”Lebih mahal paha ayam yang dijual di pasar-pasar dibanding paha manusia yang bisa dinikmati dimana-mana”. Ibaratnya baju yang dijual di toko, baju yang dibungkus rapi, digantung rapi pasti kita takut pegang karena harganya yang mahal tapi coba lihat baju-baju yang diobral, bebas dijadikan bahan percobaan, pastinya kita tidak segan memegangnya karena harganya yang murah. Jadi kasian perempuan muslim yang menganggap perempuan cantik itu seperti yang digambarkan orang barat, kalian tidak mau jadi baju obral kan?
     Wah, dari tadi bicara tentang perempuan nich. Untuk adilnya, kita lirik-lirik juga yuk pandangan orang umum tentang adat-adat berpakaian laki-laki dan apakah sesuai denagan penggambaran al-qur’an. Beberapa kasus teroris diperbincangkan dimana-mana sampai digambarkan teroris adalah mereka yang mengenakan celana gantung sampai di atas tumit, yang berjenggot, mengenakan baju koko, ikut kajian-kajian, berjihad untuk tegaknya syariah (dakwah). Percaya enggak?
Aku sendiri tidak percaya, kalau percaya sama saja dengan mempercayai sebuah pesawat yang menabrak puncak sebuah gedung yang berlantai sekitar 100 lantai dan seketika setelah ditabrak, gedung tersebut hancur luluh hingga ke lantai dasar alias rata dengan tanah.
     Terus terbukti juga orang-orang yang diseret sebagai tersangka telah digonta-ganti kasusnya di pengadilan karena tidak terbukti secara fakta tentang kesalahannya. Herannya ya terhadap orang-orang umum, mengapa mereka tidak mampu mengamati fakta yang berkeliaran di depan matanya. Jelas-jelas jika kedatangan orang asing di negara kita untuk merampas harta milik kita tapi masih juga dikatakan mereka bukan teroris. Aduh....gawat!! Lucunya di negeri ini, laki-laki idaman perempuan rata-rata mereka yang mengenakan celana botol istilah kerennya, baju ala korea, topi khas barat, jiwa playboy yang mampu mengikat hati setiap hati gadis-gadis padahal bila ingin dilihat endingnya malah yang dikatakan pakaiannya ala teroris justru makin membaik dan sejahtera hidup berdampingan dengan istrinya yang legal dalam batasan agama.
Lepas berbicara masalah pakaian yang syar’I, aku mengajak kalian mendengar cerita mengenai dunia kampus.
     Mahasiswa yang notabenenya belum paham selalu beranggapan bahwa orang yang menuntut kebaikan, belajar ilmu agama Islam, ikut kajian, selalu akan tiba pada kesempurnaan sehingga yang terjadi jika ditemukan seikit saja perbuatan yang asalah diantara mereka yang mau belajar Islam maka akan dijadikan tolak ukur untuk tidak melakukan perubahan bagi mahasiswa tersebut.
     Contoh, salah satu mahasiswa FKM UMI menilai seorang uztad dengan berkata “Uztad saja salah masa kita mau ikut sama dia sich ntar tertular dosanya loch!”.
Sebenarnya bukan hanya karena Mahasiswa yang belum paham menimbulkan persepsi negatif terhadap mahasiswa-mahasiswa kajian tapi karena banyak juga Mahasiswa yang bila hendak mengetahui sesuatu hal tentang seseorang yang diamati akan lebih banyak bertanya di luar.
     Bagaimana mungkin kita mau tahu seluk beluk rumah salah satu temen kita jika menanyakan tentang rumahnya itu sama tetangganya, ibaratnya begitu teman...
     Ya, aku akui wajar bila terjadi pertentangan-pertentangan mengenai aktivitas dunia kampus termasuk kegiatan menuntut ilmu Islam di luar jadwal kuliah karena memang hal seperti ini asing di mata setiap muslim semenjak makin jauhnya orang muslim dari al-quran, ditambah lagi katanya mengganggu aktivitas kuliah. Tapi bila memang fakta kegiatan menuntut Islam itu mengaku kuliah, lantas kenapa kemudian dibangun warna-warni aktivitas kampus yang pada rata-ratanya sangat bertentangan dengan Islam. Justru malah yang mengganggu kuliah adalah kegiatan sampah seperti ini.
Benarmi toch? Cobamaki liat faktanya...
Lisa FKM
Readmore.....
Jumat, 12 Oktober 2012
    Pembicara pertama dari UKM LDK LDM UMI memaparkan tentang materinya yang berkaitan dengan tema yang dimaksud. Menurutnya sumpah pemudah yang lebih dikenal adalah sumpah yang esensinya adalah sebuah perikraran terhadap ikatan yang satu yaitu berbangsa,berbahasa yang satu yaitu indonesia.Dengan kata lain adalah nasionalisme. Muncul karena perlawanan terhadap penjajahan fisik kala itu.Tetapi faktanya sumpah itu tidaklah lagi nampak dipermukaan. Jadi menurutnya, yang mesti mengikat seluruh umat islam diseluruh dunia adalah ikat AQIDAH. Tanpa sekat-sekat yang membatasi oleh teritorial. Dan itulah kemudian yang mendorong lahirnya Sumpah Mahasiwa,sebuah ikrar suci yang diproklamerkan pada tahun 18 Oktober 2012 yang berbunyi:
    Setelah kami melihat,mencermati, dan menganalisa fakta kerusakan yang ada serta merumuskan kondisi ideal, maka demi Allah Zat yang jiwa kami berada dalam genggaman-Nya kami mahasiswa Indonesia bersumpah:
1. Dengan sepenuh jiwa kami yakin bahwa sistem sekuler baik berbentuk kapitalis
demokrasi, maupun sosialis komunis adalah sumber penderitaan rakyat yang sangat
membahayakan eksistensi Indonesia dan negeri-negeri muslim lainnya
2. Dengan sepenuh jiwa kami yakin bahwa kedaulatan sepenuhnya harus dikembalikan
kepada Allah Sang pencipta alam semesta, manusia,dan kehidupan untuk menentukan
masa depan Indonesia dan negeri muslim lainnya
3. Dengan sepenuh jiwa kami akan terus berjuang tanpa lelah untuk tegaknya syariah
islam dalam naungan Negara Khilafah Islamiyah sebagai solusi tuntas problematika
masyarakat Indonesia dan negeri-negeri muslim lainnya
4. Dengan sepenuh jiwa kami menyatakan kepada semua pihak bahwa perjuangan yang kami
lakukan adalah dengan seruan dan tantangan intelektual tanpa kekerasan
5. Dengan sepenuh jiwa kami menyatakan bahwa perjuangan yang kami lakukan bukanlah
sebatas tuntutan sejarah tetapi adalah konsekuensi iman yang mendalam kepada Allah
swt.
    Pemateri pertama juga mengungkapkan sejarah demokrasi itu sendiri yang merupakan sumber kerusakan, dan layak di simpan dalam sampah peradaban.Bagaimana secara historis demokrasi itu lahir di negeri nan jauh disana, negeri para dewa yaitu athena. 5 sampai 4 masehi SM, dimana muncul opini untuk membentuk Negara Kota, untuk menampung seluruh aspirasi rakyat ketika itu. Sehingga secara istilah kata Demokrasi itu berasal dari athena yang terdiri dari 2 kata yaitu demos (rakyat) dan cratos (pemerintahan). sementara mantan presiden AS Abraham Lincoln menyatakan demokrasi sebagai pemerintahan dari rakyat,oleh rakyat,dan untuk rakyat. Secara singkat pemateri pertama menyatakan disitulah buruknya demokrasi. Dimana menempatkan kedaulatan tertinggi di tangan rakyat, yaitu kekuasaan yang paling tinggi yang tidak ada lagi kekuasaan diatasnya. Sampai menentukan masalah halal haram oleh rakyat itu sendiri. Jadi tidak heran dalam demokrasi tempat-tempat maksiat seperti perzinahan,diskotik itu ada. Sebab rakyat menyetujuinya.Secara empiris dilihat bagaimana demokrasi itu sudah berumur, dibanding islam yang lahir jauh setelah cetusan demokrasi itu muncul. Sehingga secara umur Islam lebih segar ketimbang demokrasi itu yang sudah bau tanah. Sehingga pantaslah disebut sebagai sampah yang tak layak lagi, pungkasnya. ditambhkan lagi, demokrasi itu secara faktual kerusakan yang ada dimana-mana adalah hasil dari demokrasi itu sendiri. Jadi sudah sepantasnya demokrasi itu tergantikan oleh islam itu sendiri yang telah terbukti pernah terterapkan selamah kurang labih 13 abad lamanya. Pembicara pertama menutup pemaparannya dengan seruan "Marilah kita kembali kepada islam yang melingkupi seluru aspek kehidupan"
    Berikutnya dilanjutkan oleh pemteri kedua, perwakilan dari Senat FAI UMI. Dibuka dengan pernyataan "Jika demokrasi adalah sampah,maka marilah kita daur ulang sampah itu menjadi yang lebih berguna". "demokrasi seperti apa yang harus ditolak???" lanjutnya.Kalau melihat sejarah,lahirnya demokrasi itu sendiri di athena. Maka kalau demokrasi yang dimaksud seperti itu memang harus ditolak. sebab demokrasi pada saat itu yang diberlakukan adalah sistem budak, kapitalis adalah penghisap, dan para budak adalah tertindas. Sebagaimana pada hari ini berlaku, Demokrasi sejatinya hanya dimiliki oleh pemilik modal (capital). Lihat saja, siapa yang bisa ikut pemilihan, yaitu orang-orang yang memiliki modal.Seharusnya demokrasi yang bisa menyejahterakan adalah demokrasi kerakyatan. Kita bisa bercontoh pada venezuela dan bolivia yang menerapkan demokrasi kerakyatan. Sesi pertama usai.
   Dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. ada beberapa pertanyaan: 1. Apakah yang harus diperbaiki orangnya ataukah sistemnya?. 2. Islam adalah sebuah nilai. Ketika islam dijadikan hukum dalam negara,pemahaman siapa yang akan dipakai sedangkan pemahaman kita berbedah-bedah.3. mampukah islam menegakkan demokrasi kerakyatan?.
    Pemateri pertama menanggapi pertanyaan-pertanyaan yang masuk. Untuk yang pertama, menyatakan antara sistem dan orang harus kedua berubah. sebagaimana analogi Seorang yang hebat mengendarai sepeda, namun mengendai sepeda yang sudah sangat usang, ban tidak mampu lagi bergeliding, maka sehebat apapun pengendaranya maka jalannya akan tetap jelek.Begitu juga jika sistemnya baik dan pengendaranya jelek, maka akan jelek pula. Jadi yang harus dirubah adalah keduanya, bagaimana Rasul dalam menegakkan Negara Madina ketika itu disebut (yang sesungguhnya adalah KHILAFAH) memantapkan keluarga,para sahabat dari sisi akidah kemudian meneybar ke seluruh masyarakat mekkah dan hingga akhirnya di madinah. Sementara untuk pertanyaan yang kedua jawabnya adalah islam adalah bukanlah sistem nilai, namun memiliki mekanisme yang jelas di dalamnya. Bagaimana dinyatakan bagi mencuri maka potonglah tangannya, rajamnya bagi yang berzina, dan qisas lah bagi yang membunuh. Dari situ jelas, islam bukanlah sistem nilai. Memiliki mekanisme jelas, untuk mengatur kehidupan, sebagaimana diturunkan untuk mengatur manusia dengan dirinya sendiri, manusia dengan manusia yang lain, dan manusia dengan Rabb-nya. Dilanjutkan dengan pertanyaan yang ketiga, bahwa sampai kapan pun islam tidak akan pernah sama dengan demokrasi. Jadi bagaimana mungkin mau menegakkan demokrasi kerakyatan. Pemaeri pertama memberikan analogi, hijaunya daun pisang jangan sampai kita sama dengan hijaunya daun kelapa. Keduanya sampai kapan pun berbedah. Pohon pisang dengan pohon kelapa memiliki akar yang sangat berbedah. Begitu pula dengan islam dan demokrasi itu sendiri. Dalam demokrasi kedaulatan di tangan rakyat, dgn kata lain sekularisme menjadi asasnya, sementara untuk islam kedaulatan ada ditangan Syara' (Allah swt). Melanjutkan dengan tantangan, demokrasi mana di dunia ini yang tidak menerapkan kedaulatan di tangan rakyat??? Tidak ada.
    Sementara untuk pemateri kedua dari Senat FAI UMI tanggapannya untu semua pertanyaan. Yang pertama, siapa yang harus diruubah, mengatakan harus melihat syara-syarat yang perlu disipakan terlebih dahulu yaitu mendorong rakyat untuk berpartisipasi dan kekuasaan rakyat bisa merubah kepemimpinan. Dilanjutkan dengan tanggapan terhadap pertanyaan yang kedua bahwa islam adalah nilai. Menyatakan di dalam demokrasi ada nilai-nilai islam.
Selasa, 09 Oktober 2012
     Di MASA PRIMA, para peserta yang notabenenya adalah Muslim, dibongkar sejenak pikiran mereka tentang Islam itu sendiri. Yang sejatinya muslim, namun yakin dan percaya pemahaman kita tentang islam itu sendiri masih sangatlah jauh dari sebenarnya.Di mana salah seorang pemateri dari Kegiatan ini mengatakan kebanyakan dari umat ini dari generasi mudahnya hingga generasi tuanya memandangi islam menggunakan paradigma botol. apa artinya. Yaitu membatasi islam itu sendiri hanya sebatas aspek-aspek ritual belaka. Islam tidak boleh masuk di rana kehidupan. Itu tidak lain karena pemahaman sekuler yang sudah tertancap kuat dalam benak umat ini.
     Jadi, tidak heran UKM LDK LDM UMI dalam MASA PRIMA ini mengangkat tema "Membentuk Mahasiswa Berideologi Islam lagi Kaffah". Sebagai jawaban dari realitas yang ada yaitu kehidupan yang memisahkan Islam pada masalah-masalah tertentu sebagaimana halnya botol, tertutup rapat pada satu ruang, dan tidak bisa keluar sedikitput dari ruangan tersebut.
     Dan alhamdulillah hingga akhir acara para peserta tetap konsisten, dan bersemangat mengikuti terus rangkaian acara. Di materi terakhir, para peserta diberikan motivasi sejenak setelah berjibaku dengan materi-materi yang menguras otak, materi terakhir ini adalah motivasi yang dibawakan oleh Kakanda Muhammad Sabran seorang motivator UKM LDK LDM UMI yang selalu membangkitkan semangat para kader untuk terus berada dalam jalur pertarungan Ideologi Haq melewan Ideologi kufur ini. Dan selesailah sudah seluruh rangkaian acara dari materi Aqidah Islamiyyah,Problematika Ummat,Kepemimpinan, dan motivasi, tepatnya kurang lebih pukul 17.10 menjelang magrib acara ditutup dengan pembagian sertifikat kepada para peserta,pembagian kelompok kajian rutin mingguan serta diakhiri dengan foto bersama.
Untuk saudara baru kami dalam perjuangan ideologis ini, Selamat Datang, Semoga konsisten hingga akhir. Agenda dakwah selanjutnya menanti di depan... Ambillah kesempatan ini untuk mendulang pahala disisi-Nya....



