
WASHINGTON - Jumlah korban tewas AS dalam perang hampir 11 tahun di Afganistan melampaui angka 2.000 dengan kematian seorang kopral marinir dalam bentrokan dengan Taliban, demikian diumumkan Pentagon, Kamis (14/6/2012).
Situs independen icasualties.org, yang mencatat laporan-laporan korban dari Operasi Kebebasan Abadi yang diluncurkan pada Oktober 2001, menyebut jumlah kematian AS 2.008.
Dari jumlah 2.000 yang diumumkan Pentagon, 1.577 orang tewas dalam pertempuran dan 34 di antaranya adalah perempuan. Sekitar 16.402 prajurit juga cedera. Lebih dari 150 prajurit AS tewas sejak awal tahun ini. Korban terakhir adalah kopral marinir yang tewas pada Rabu (13/6/2012).
Pasukan AS mengalami kehilangan terbesar pada 2010, ketika 499 prajurit tewas. Pada 2011, prajurit AS yang tewas di Afganistan mencapai 414.
Lebih dari 90.000 prajurit AS masih ditempatkan di Afganistan, dan jumlah itu dijadwalkan berkurang menjadi 68.000 dalam beberapa bulan mendatang, sebagai bagian dari penarikan yang diperintahkan Presiden Barack Obama.
Pasukan AS berperang bersama sekitar 40.000 prajurit koalisi internasional di bawah komando NATO. Sedikitnya 1.039 prajurit NATO juga tewas di Afganistan, termasuk 418 prajurit Inggris dan 87 Prancis.
Presiden Hamid Karzai dan negara-negara Barat pendukungnya telah bersepakat bahwa semua pasukan tempur asing akan kembali ke negara mereka pada akhir 2014, namun Barat berjanji memberikan dukungan yang berlanjut setelah masa itu dalam bentuk dana dan pelatihan bagi pasukan keamanan Afganistan.
Pada Oktober, Taliban berjanji akan berperang sampai semua pasukan asing meninggalkan Afganistan. Gerilyawan meningkatkan serangan terhadap aparat keamanan dan juga pembunuhan terhadap politikus, termasuk yang menewaskan Ahmed Wali Karzai, adik Presiden Hamid Karzai, di Kandahar pada Juli dan utusan perdamaian Burhanuddin Rabbani di Kabul pada September lalu.
Konflik meningkat di Afganistan dengan jumlah kematian sipil dan militer mencapai tingkat tertinggi tahun lalu ketika kekerasan yang dikobarkan Taliban meluas dari wilayah tradisional di selatan dan timur ke daerah-daerah barat dan utara yang dulu stabil.
Jumlah warga sipil yang tewas meningkat secara tetap dalam lima tahun terakhir, dan pada 2011 jumlah kematian sipil mencapai 3.021, menurut data PBB.
Sebanyak 711 prajurit asing tewas dalam perang di Afganistan pada 2010, yang menjadikan kurun waktu itu sebagai tahun paling mematikan bagi pasukan asing, menurut hitungan AFP yang berdasarkan icasualties.org.
Jumlah kematian sipil juga meningkat, dan Kementerian Dalam Negeri Afganistan mengumumkan bahwa 2.043 warga sipil tewas pada 2010 akibat serangan Taliban dan operasi militer yang ditujukan pada gerilyawan.
Taliban, yang memerintah Afganistan sejak 1996, mengobarkan pemberontakan sejak digulingkan dari kekuasaan di negara itu oleh invasi pimpinan AS pada 2001 karena menolak menyerahkan pemimpin Al Qaeda Osama bin Laden, yang dituduh bertanggung jawab atas serangan di wilayah Amerika yang menewaskan sekitar 3.000 orang pada 11 September 2001.
Sekitar 130.000 personel Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) pimpinan NATO yang berasal dari puluhan negara berada di Afganistan untuk membantu pemerintah Kabul memerangi pemberontakan Taliban dan sekutunya.
Sekitar 521 prajurit asing tewas sepanjang 2009, yang menjadikan tahun itu sebagai tahun mematikan bagi pasukan internasional sejak invasi pimpinan AS pada 2001 dan membuat dukungan publik Barat terhadap perang itu merosot.
Gerilyawan Taliban sangat bergantung pada penggunaan bom pinggir jalan dan serangan bunuh diri untuk melawan pemerintah Afganistan dan pasukan asing yang ditempatkan di negara tersebut. Bom rakitan mengakibatkan 70-80 persen korban di pihak pasukan asing di Afganistan, menurut militer. [mam/kps/www.globalmuslim.web.id]
Jumat, 15 Juni 2012
Perang 11 Tahun di Afghanistan Tewaskan 2.000 Warga AS
Gebrakan Menkes Baru: Bagi-Bagi Kondomuntuk Remaja?

Menkes yang baru sudah resmi dilantik oleh presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Masa kerjanya memang tak lama, hanya 2,5 tahun. Namun bukan berarti masa bakti yang singkat itu menghalangi Menkes untuk membuat suatu perubahan yang signifikan demi tercapainya kondisi kesehatan masyarakat yang lebih baik.
Dalam jumpa pers yang digelar di Ruang Leimena kantor Kementerian Kesehatan, Kamis (14/6/2012) kemarin, Menkes memang masih belum dapat mengemukakan program-program kerja seperti apa yang akan dilaksanakan secara konkrit.
"Saya sudah menandatangani kontrak kinerja dengan presiden. Yang bagus adalah, di dalam kontrak kinerja ada targetnya, misalnya memastikan pencapaian target kemenkes 2014. Jadi, saya bersama teman di kemenkes tinggal memonitor program-program yang ada agar selesai sesuai target yang ditetapkan bersama. Saya tidak bikin target baru dalam kontrak kinerja yang juga sudah ditandatangani Bu Endang (Alm.) ini," kata Menkes.
Rencananya, Menkes bersama jajaran mulai besok pagi akan membahas secara intensif tantangan apa yang akan dihadapi oleh Kementerian Kesehatan untuk beberapa tahun mendatang. Namun secara eksternal, Menkes mengaku tantangannya adalah wilayah Indonesia yang sangat luas dan memiliki masalah kesehatan yang berbeda-beda.
"Untuk pastinya, silakan tanya saya lagi satu bulan dari sekarang," demikian kata Menkes.
Disindir mengenai permasalahan HIV/AIDS yang telah menjadi isu yang akrab ditangani selama beberapa tahun terakhir, Menkes yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Eksekutif Komite Penanggulangan AIDS (KPA) Nasional ini berharap dapat melakukan gebrakan. Yaitu mengusulkan agar remaja dipermudah aksesnya untuk mendapat kondom.
"Kita berharap bisa meningkatkan kesadaran mengenai kesehatan reproduksi untuk remaja. Dalam Undang-Undang, yang belum menikah tidak boleh diberi kontrasepsi. Namun kami menganlisis data dan itu ternyata berbahaya jika tidak melihat kenyataan. Sebanyak 2,3 juta remaja melakukan aborsi setiap tahunnya menurut data dari BKKBN," kata Menkes.
Menkes melihat, angka sebanyak itu menunjukkan bahwa banyak remaja mengalami kehamilan yang tidak diinginkan. Ia menegaskan, Undang-Undang perlindungan anak menyatakan bahwa setiap anak yang dikandung sampai dilahirkan harus diberikan haknya sesuai UU Perlindungan Anak. Maka, mempermudah akses remaja untuk mendapatkan kondom diharapkan dapat menekan angka aborsi dan kehamilan yang tak diinginkan.
Tentu saja hal ini mungkin akan mendapat pertentangan dari kelompok-kelompok tertentu yang menganggap pemberian kondom kepada remaja dapat memicu seks bebas. Tapi Menkes berpendapat, jika pemahaman remaja mengenai kesehatan reproduksi sudah cukup baik, tidak perlu ada kekhawatiran idenya ini akan memicu seks bebas.
"Kita akan membahas bagaimana hak-hak anak dalam kandungan ini dapat terpenuhi. Kampanye kondom difokuskan untuk seks yang berisiko. Untuk mempercepat pencapaian goal MDGs, maka kampanye kondom merupakan suatu kewajiban. Setiap hubungan seks yang berisiko menularkan penyakit atau kehamilan yang tak diinginkan adalah hubungan seks yang berisiko," tegas Menkes.(fq/detik/www.globalmuslim.web.id)
Minggu, 03 Juni 2012
Soldier Of Allah
Jumat, 01 Juni 2012
AL-KHANSA BINTI AMRU, lbu Para Syuhada.
Al-Khansa terlahir pada zaman jahiliyah dan tumbuh besar di tengah suku bangsa Arab yang mulia, yaitu Bani Mudhar. Sehingga banyak sifat mulia yang terdapat dalam diri Al-Khansa. la adalah seorang yang fasih, mulia, murah hati, tenang, pemberani, tegas, tidak kenal pura-pura, suka terus terang. Dan selain keutamaan itu, ia pun pandai bersyair. la terkenal dengan syair-syairnya yang berisi kenangan kepada orang-orang yang dikasihinya yang telah tiada mendahuluin ke alam baka. Terutama kepada kedua saudara lelakinya, yaitu Mu’awiyah dan Sakhr yang telah meninggal dunia.
Diriwayatkan bahwa ketika Adi bin Hatim dan saudarinya, Safanah binti Hatim datang ke Madinah dan menghadap Rasulullah SAW, maka berkata, “Ya Rasuluilah, dalam golongan kami ada orang yang paling pandai dalam bersyair dan orang yang paling pemurah hati, dan orang yang paling pandai berkuda.” Rasuluilah SAW bersabda, ‘Siapakah mereka itu. Sebutkaniah namanya.’ Adi menjawab, ‘Adapun yang paling pandai bersyair adalah Umru’ul Qais bin Hujr, dan orang yang paling pemurah hati adalah Hatim Ath-Tha’i, ayahku. Dan yang paling pandai berkuda adalah Amru bin Ma’dikariba.’ Rasuluilah SAW menukas, “Apa yang telah engkau katakan itu salah, wahai Adi. Orang yang paling pandai bersyair adalah Al-Khansa binti Amru, dan orang yang paling murah hati adalah Muhammad Rasulullah, dan orang yang paling pandai berkuda adalah Ali bin Abi Thaiib.’ Jarir ra. pernah ditanya, Siapakah yang paling pandai bersyair? Jarir ra. menjawab, ‘Kalau tidak ada Al-Khansa tentu aku.’ Al-Khansa sangat sering bersyair tentang kedua saudaranya, sehingga hal itu pernah ditegur olah Umar bin Khattab ra. Umar ra. pernah bertanya kepada Khansa, ‘Mengapa matamu bengkak-bengkak?’ Khansa menjawab, ‘Karena aku terialu banyak menangis atas pejuang-pejuang Mudhar yang terdahulu.” Umar berkata, ‘Wahai Khansa, Mereka semua ahli neraka.’ Sahut Khansa, ‘Justru itulah yang membuat aku lebih kecewa dan sedih lagi.
Dahulu aku menangisi Sakhr atlas kehidupannya, sekarang aku menangisinya karena ia adalah ahli neraka.’ Al-Khansa menikah dengan Rawahah bin Abdul Aziz As Sulami. Dari pernikahan itu ia mendapatkan empat orang anak lelaki. Dan melialui pembinaan dan pendidikan tangan-tangannya, keempat anak lelakinya ini telah menjadi pahlawan-pahlawan Islam yang terkenal. Dan Khansa sendiri terkenal sebagai ibu dari para syuhada.
Hal itu dikarenakan dorongannya terhadap keempat anak lelakinya yang telah gugur syahid di medan Qadisiyah. Sebelum peperangan dimulai, terjadilah perdebatan yang sengit di rumah Al-Khansa. Di antara keempat putranya telah terjadi perebutan kesempatan mengenai siapakah yang akan ikut berperang melawan tentara Persia, dan siapakah yang harus tinggal di rumah bersama ibunda mereka. Keempatnya saling tunjuk menunjuk kepada yang lainnya untuk tinggal di rumah. Masing-masing ingin turut berjuang melawan musuh fi sabilillah. Rupanya, pertengkaran mereka itu telah terdengar oleh ibunda mereka, Al-Khansa. Maka Al-Khansa telah mengumpulkan keempat anaknya, dan berkata, ‘Wahai anak-anakku, sesungguhnya kalian memeluk agama ini tanpa paksaan. Kalian telah berhijrah dengan kehendak sendiri. Demi Allah, yang tiada Tuhan selain Dia. Sesungguhnya kalian ini putra-putra dari seorang lelaki dan dari seorang perempuan yang sama. Tidak pantas bagiku untuk mengkhianati bapakmu, atau membuat malu pamanmu, atau mencoreng arang di kening keluargamu.Jika kalian telah melihat perang, singsingkaniah lengan baju dan berangkatiah, majulah paling depan niscaya kalian akan mendapatkan pahala di akherat.
Negeri keabadian. Wahai anakku, sesungguhnya tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad itu Rasul Allah. lnilah kebenaran sejati, maka untuk itu berperanglah dan demi itu pula bertempurlah sampai mati. Wahai anakku, carilah maut niscaya dianugrahi hidup.’ Pemuda-pemuda itupun keluar menuju medan perang. Mereka berjuang matl-matian melawan musuh, sehingga banyak musuh yang terbunuh di tangan mereka. Akhirnya nyawa mereka sendirilah yang tercabut dari tubuh-tubuh mereka. Ketika ibunda mereka, Al-Khansa, mendengar kematian anak-anaknya dan kesyahidan semuanya, sedikit pun ia tidak merasa sedih dan kaget. Bahkan ia telah berkata, ‘Alhamdulillah yang telah memuliakanku dengan syahidnya putra-putraku.
Semoga Allah segera memanggiiku dan berkenan mempertemukan aku dengan putra-putraku dalam naungan Rahmat-Nya yang kokoh di surgaNya yang luas.’ Al-Khansa telah meninggal dunia pada masa permulaan kekhalifahan Utsman bin Affan ra., yaitu pada tahun ke-24 Hijriyah. (Wanita-wanita Sahabiyah)
Kamis, 31 Mei 2012
Demi Muslim, Liga Inggris Hapus Sampanye?
REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Peristiwa penolakan gelandang Manchester City Yaya Toure untuk merayakan penghargaan "man of the match" dengan menenggak sampanye sepertinya menggugah sponsor utama Liga Primer Inggris, Barclays.
Bank berpengaruh di daratan Inggris itu dilaporkan sedang berencana untuk menghapus ritual pemberian sampanye kepada setiap pemain terbaik di sebuah pertandingan.
Alasannya, Barclays berupaya ingin menghargai pemain sepakbola Muslim. Sebagaimana diketahui, sampanye yang mengandung alkohol dan memabukkan tersebut dilarang dalam Islam.
Dikutip the Sun, pihak Barclays terkejut dengan sikap Yaya Toure menolak pemberian sampanye dari rekan setimnya, Joleon Lescott, setelah terpilih menjadi pemain terbaik dalam laga City melawan Newcastle United. Dalam laga tersebut the Citizen mempecundangi Newcastle United dengan skor 2-0, di St James Park, Ahad (6/5).
Sontak kejadian yang disiarkan langsung televisi tersebut membuat heboh Liga Primer Inggris. "Saya tidak minum (sampanye) karena saya seorang Muslim. Jadi, kamu simpan saja," kata Yaya kepada Lescott.
Mendapati banyak pemain Muslim di Liga Primer Inggris dan merespon sikap Yaya, pihak Barclays sedang berupaya mencari cara lain untuk memberi penghargaan bagi pemain terbaik. "Bank sedang memikirkan masalah sampanye ini," kata seorang sumber dari Barclays pada the Sun.
"Jadi, Barclays berpikir apakah pantas untuk memberikan alkohol, mengingat begitu banyaknya kebangsaan di liga ini," imbuh dia.
Menteri Inggris Ini Shalat Berjamaah di Aceh
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri tanpa portfolio di Kabinet Inggris, Baroness Warsi, menyempatkan diri untuk mengikuti shalat Zuhur berjamaah di Masjid Baiturrahman, Aceh.
Menteri muslimah satu-satunya di kabinet itu shalat di barisan pertama dengan mengenakan pakaiannya.
Warsi mengunjungi Aceh pada Kamis (31/5) untuk menindaklanjuti kedatangan Perdana Menteri Inggris David Cameron ke Indonesia beberapa waktu lalu. Warsi ingin mengetahui keadaan terbaru pascatsunami dan bentrokan. Ia juga ingin mengetahui rencana pemerintah daerah Aceh di masa depan.
Warsi tiba di Aceh pukul 10.30. Ia langsung mengunjungi Pendopo Gubernur untuk berbincang-bincang dengan pemerintah setempat. Ia dijadwalkan akan kembali ke Jakarta pada pukul 17.00 WIB.
Readmore.....
Kamis, 10 Mei 2012
Musik : Melenakan dan Melemahkan
Musik:Melenakan dan Melemahkan
     Musik adalah bagian dari budaya. Bagi suatu kelompok masyarakat tertentu, musik merupakan salah satu bagian dalam kehidupan yang keberadaannya sangat sakral. Dalam masyarakat primitive atau tradisional, musik sering digunakan dalam mengiringi upacara adat dengan menggunakan alat-alat tradisional. Seiring perkembangan zaman, musik juga terus berkembang menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat modern, baik dari segi alat maupun lagu-lagu yang dinyanyikan. Jenis musik suatu tempat mempunyai karakteristik yang berbeda dengan musik daerah lain. Berbeda dari segi bunyi ataupun bahasa serta menggambarkan kebiasaan bahkan dapat menggambarkan ideology (pandangan hidup) masyarakat tersebut.
     Di dunia barat yang segala sesuatu berlandaskan asas kebebasan, memandang bahwa musik adalah ekspresi jiwa yang dapat dengan bebas diekspresikan. Keadaan sosial masyarakat dan karakteristik masyarakat mempengaruhi musiknya. Musik yang syarat dengan kebebasan. Di barat, musik menyuguhkan lagu-lagu yang melenakan, misalnya dengan lagu percintaan, kekerasan, ajakan kemaksiatan bahkan tak sedikit pula lagu-lagu yang berisi penyembahan terhadap tuhan mereka yang dipoles manis dengan lagu percintaan ala remaja. Banyak artis dengan wajah dan penampilan menarik dijadikan ikon dan idola. Sebut saja beberapa nama-nama artis barat seperti Justin Bieber, Avril Lavigne, Bruno Mars, Black Eyed Peas, dan Iron Maiden. Dengan musik, mereka membawa budaya dan gaya hidup mereka. Mereka dijadikan idola. Saat penggemar musik sudah mengidolakan seorang penyanyi, maka merekapun megikuti ataupun meniru apa yang dibawa oleh sang idola, mulai dari pakaian, pergaulan, dan segala sesuatu yang dilakukan oleh para artis inipun dijadikan kiblat mode.
     Pada masa keemasan industri musik saat ini yang ditunjang dengan teknologi yang semakin maju, musik dapat diakses dengan mudah. Internet, hp, cd dan berbagai fasilitas memanjakan lainnya diciptakan untuk menunjang eksistensi musik. Hampir tiap bulan ada saja musisi luar yang tour ke Indonesia. Walaupun harga tiketnya sangat mahal tapi tetap saja laris manis. Padahal tanpa disadari dengan datangnya musisi-musisi luar negeri itu mereka juga membawa ideologi mereka lewat musik dan penampilnnya. Invasi para musisi luar negri itu setidaknya semakin memperkaya mereka. Namun yang sangat memprihatinkan karena masyarakat Indonesia terutama kalangan menengah keatas begiu antusias menonton konser para musisi luar negri itu walaupun harga tiketnya selangit. Pengeluaran sejumlah uang yang tidak sedikit bukan menjadi masalah bagi mereka yang penting dapat melihat penampilan sang idola. Namun, sadarkah mereka bahwa sebenarnya itu semua hanya akan menyebabkan kerugian untuk diri mereka sendiri baik itu kerugian moral dan materi ? jelas mereka tidak menyadarinya.
     Cengkraman kehidupan yang serba membebas-bebaskan segala sesuatu dan menjadikan uang atau materi sebagai tolak ukurnya menjadikan musik sebagai ‘jembatan’ meraup ketenaran dan kehidupan yang yang serba melimpah dan hedonis. Tanpa adanya batasan yang mengaturnya. Akibatnya, para penikmat musik yang mayoritas adalah generasi muda penerus estafet perjuangan menjadi generasi-generasi yang cacat iman karena aqidah yang dengan sangat mudah untuk goyah, pragmatis, generasi yang hanya memikirkan kepuasan sendiri, individualis serta segala sesuatu diukut dengan materi dan menjadikan mereka generasi-generasi yang boros suka menghambur-hamburkan uang pada hal-hal yang tidak penting. Agama tidak dijadikan lagi pedoman. Musik adalah sesuatu yang wajib didengar dan dinyanyikan setiap hari dan Al-Qur’an hanya disimpan dalam lemari.
     Invasi musik merupakan salah satu perang pemikiran para kaum imperialis untuk mengukuhkan eksistensi mereka dengan menyuguhkan kenikmatan sesaat. Orang-orang kapitalis pun tidak mau kalah dalam hal ini. Dengan mendatangkan artis-artis luar negeri dan bertindak sebagai even organizer mereka juga turut mengambil keuntungan. Negara yang semestinya menjaga akidah umat dan generasi muda dari bahaya budaya luar seakan buta akan hal ini, bahkan negara pun mendapat juga keuntungan lewat pajak acara-acara musik tersebut. Sangat ironis, semua pihak mengambil keuntungan materi lewat musik tanpa memikirkan akibatnya dikemudian hari.
Untuk menjaga akidah dan generasi-generasi muda tidak buta akan tujuan hidupnya serta terhindar dari kemaksiatan, maka perlu adanya suatu tatanan kehidupan yang mampu menaunginya. Suatu tatanan kehidupan yang aturan-aturannya berasal dari sang pencipta, Allah SWT.


